|
|
comments (0)
|
Pengharapan
Bacaan: Amsal 10:28, 11:23
Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia. - Amsal 10:28
Ketika seorang petani mengolah tanah, menaburkan benih, memberi pupuk, memberikan sistem pengairan yang baik, menjaga ladangnya dari hama, dan merawatnya dengan intensif, petani tersebut memiliki sebuah harapan bahwa apa yang dilakukannya akan menghasilkan hasil panenan yang besar. Tidak ada petani yang tidak mengharapkan hasil apapun atas jerih payahnya. Semuanya dilakukan untuk sebuah pengharapan. Belajar dari ilustrasi tersebut, kitapun harus memiliki pengharapan. Seperti apa pengharapan yang benar itu? Seperti apa pengharapan yang akan membuahkan sukacita?
Satu, pengharapan harus memiliki dasar. Mengapa petani mengharapkan panen? Karena petani tersebut telah menanam benih dan percaya bahwa dari benih itu bisa dihasilkan banyak hasil panen. Demikian juga setiap pengharapan kita harus mempunyai dasar, sehingga pengharapan kita bukan berdasarkan untung-untungan.
Dua, pengharapan harus disertai dengan tindakan nyata. Petani mengharapkan panen. Itu sebabnya ia mengolah tanah dan membuatnya menjadi gembur, mengairinya dengan baik, diberi pupuk, dijaga dari hama, dsb. Petani tersebut harus lebih dulu bekerja keras sebelum harapannya menjadi kenyataan. Kita pun demikian, jika tanpa mau bekerja maka semua harapan kita hanya sekedar lamunan dan angan-angan belaka.
Ketiga, pengharapan harus realistis. Memang Tuhan bisa melakukan banyak cara yang penuh keajaiban, namun hal tersebut hanya bersifat insidentil. Itu sebabnya seorang petani tak mungkin mengharapkan minggu depan sudah bisa panen sementara benihnya baru ditabur hari ini. Atau mengharapkan hasil 1 ton sementara yang ditabur hanya beberapa benih saja. Tanpa kewajaran, pengharapan hanya akan berujung pada kekecewaan. Salomo mengingatkan bahwa kita harus memiliki pengharapan dan mau menanti hasilnya dengan penuh kesabaran dan ketekunan, sebab jika tidak, kita tidak akan pernah melakukan satu pekerjaan dengan baik.
Pengharapan yang benar akan berbuah sukacita.
|
|
comments (0)
|
KUNCI KEBERHASILAN DANIEL
Daniel adalah seorang yang sangat berhasil dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang buangan yang hidup di negara asing, tetapi dia adalah salah satu dari orang yang paling penting dalam 4 masa kerajaan yang berbeda (raja Nebukadnezar, raja Belsyazar, raja Darius, raja Koresy). Karakter apa yang di miliki Daniel yang menjadi kunci keberhasilan-nya?
1. Man of integrity (orang yang mempunyai integritas).
Dalam hidupnya, Daniel adalah seorang yang mempunyai prinsip yang kuat dan tidak kompromi terhadap dosa. Contoh-contohnya adalah dia berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman raja (Daniel 1: 8), dia menolak menyembah patung raja Nebukadnezar (Daniel 3, dia menolak hadiah dari raja Belsyazar (Daniel 5: 17), dan banyak lagi contoh-contoh lain-nya.
2. Man of prayer (orang yang suka berdoa).
Daniel sangat peka terhadap suara Tuhan, sampai-sampai dia bisa menceritakan mimpi raja Nebukadnezar tanpa ada yang memberitahu lebih dahulu, sekaligus mengartikan-nya. Kepekaan Daniel terhadap suara Tuhan adalah dikarenakan dia sering berdoa. Ada tertuliskan juga bahwa Daniel tiga kali sehari berlutut, berdoa serta memuji Tuhan (Daniel 6: 11).
3. Man of faith (orang yang mempunyai iman).
Dalam hidupnya telah terbukti bahwa Daniel adalah seorang yang mempunyai iman yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah pada saat dia menolak makanan dan minuman istana, dia ber-iman percaya bahwa hanya dengan makan sayur dan minum air saja dia akan menjadi sehat. Walaupun secara ilmiah hal ini tidak mungkin, tetapi oleh karena iman Daniel mujizat-pun terjadi (Daniel 1:15).
Marilah kita semua meneladani dan memiliki karakter Daniel sehingga kita-pun boleh berhasil dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.
|
|
comments (0)
|
Anak Panah di Busur Pahlawan
Mazmur 127:4
"Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda."
Beda generasi, beda gaya. Itu sudah menjadi hal yang lumrah dalam perkembangan jaman. Karena beda generasi inilah terkadang muncul konflik dalam keluarga antara orang tua dan anak. Orang tua tidak bisa menerima gaya hidup generasi yang lebih muda, mereka tetap berpegang kuat kepada tradisi mereka, sementara anak-anak merasa orang tua mereka terlalu kolot/kuno dan tidak mau mengerti mereka. Selalu ada perbedaan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan selalu ada ciri dimana generasi yang lebih muda akan menentang generasi sebelumnya. Jika dalam hal-hal kecil tentu masalah yang timbul dari perbedaan generasi ini tidak akan terlalu berakibat besar. Namun bagaimana mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masa depan? Ada sebuah contoh nyata dari keluarga saya. Salah seorang paman memaksakan kehendaknya agar anaknya mengikuti jejaknya menjadi seorang dokter. Si anak sama sekali tidak tertarik, ia lebih tertarik untuk mendalami komputer dan/atau belajar menjadi koki, karena ia sangat hobi memasak. Karena paksaan, ia pun akhirnya dimasukkan ke fakultas kedokteran. Ini terjadi 6 tahun yang lalu. Saat ini, si anak sudah dikeluarkan karena tidak berprestasi apa-apa, sering bolos dan hidupnya pun tidak karuan. Saya sempat berpikir, seandainya paman saya bisa lebih bijaksana. Andaikan ia memang ragu anaknya bisa sukses, setidaknya mungkin ia bisa memberikan kesempatan bagi si anak untuk membuktikan pilihannya adalah benar. Atau setidaknya mereka bisa berbicara dari hati ke hati sebelum memutuskan secara sepihak. Si anak (sepupu saya) ini dahulu sering berkeluh kesah kepada saya mengenai hal ini. Tapi saya tidak memiliki otoritas untuk ikut campur. Orang tua otoriter, tapi di sisi lain, sepupu saya juga salah karena tidak menurut. Ia memberontak dengan sengaja merusak kuliahnya sendiri. Siapa yang salah? Orang tua yang merasa mereka lebih punya pengalaman dan lebih tahu, atau anak yang merasa mereka tidak didengarkan?
Nyanyian ziarah Salomo dalam Mazmur menengahi hal ini dengan indah. Salomo berkata: "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah." (Mazmur 127:3). Dalam versi Inggrisnya anak-anak lelaki ini dikatakan sebagai "children", jadi hal ini saya kira berlaku baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Lihatlah Alkitab berkata bahwa anak adalah sesungguhnya pemberian Allah, anugerah luar biasa indah yang dititipkan kepada para orang tua. Pemiliknya tetaplah Allah sendiri. Bagaimana anak ini nantinya terbentuk, itu adalah pertanggungjawaban dari orang yang dititipkan (orang tua) kepada sang Pemilik (Tuhan). Ayat selanjutnya berbunyi demikian: "Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda." (ay 4). Jika anak-anak diibaratkan sebagai anak-anak panah, maka orang tua diibaratkan sebagai pahlawan, yang siap menembakkan anak-anak panah ini ke tempat yang tepat. Busur yang tidak elastis dan kuat tidak akan bisa mengarahkan anak panah dengan baik. Di sisi lain, anak panah yang berat dan berekor kaku juga akan melenceng dari arah yang benar, meski busurnya baik. Untuk mencapai sasaran yang benar, keduanya harus baik.
Apa yang saya maksud adalah begini. Busur yang elastis adalah sikap para orang tua yang, alangkah baiknya, tidak terlalu kaku dan mau mendengar keluh kesah dan pendapat anaknya. Memang orang tua jauh lebih berpengalaman, lebih banyak makan asam garam, namun ada kalanya mereka kurang tanggap terhadap perkembangan jaman, dan kurang mengenal anak-anak mereka. Jalannya hubungan hanyalah satu arah, dan tidak pernah interaktif. Anak tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan-keputusan yang menyangkut masa depan mereka. Terlalu sibuk pada warna rambut, mengkritik mode, tren dan sebagainya, terlalu kaku dan otoriter sehingga lupa menyiapkan busur yang kuat sebagai tempat berpijak dan sumber terbangnya anak-anak panah. Di sisi lain, anak-anak pun seringkali terlalu cepat menentang orang tuanya. Salah satu saja tidak berfungsi baik akan membelokkan arah ke tempat yang salah, apalagi jika dua-duanya tidak berfungsi.
Pemazmur mengingatkan : "Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan." (Mazmur 33:16). Seorang raja tidak akan selamat jika hanya bergantung pada besarnya kuasa mereka sendiri, seorang pahlawan tidaklah tergantung dari besarnya kekuatan mereka sendiri. Orang tua tidak akan bisa menjadi pahlawan jika mereka mengandalkan kekuasaan dan kekuatan mereka semata dalam menentukan kelanjutan masa depan anak-anaknya. Di sisi lain, anak pun hendaknya jangan menjadi pribadi pembangkang. Terlalu cepat menentang tanpa pikir panjang juga salah. Karena ada kalanya anak harus belajar dari pengalaman dan kebijaksanaan orang tua mereka. Belum ketemu jalan tengahnya? Ini yang menjadi titik tengah: Apa yang bisa membuat segalanya baik hanyalah jika kedua pihak, baik orang tua maupun anak mendasarkan segala sesuatunya kepada Tuhan. "Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan." (ay 18-19). Jika kita melihat dari pribadi Kristus sendiri, lihatlah bagaimana bentuk doa Kristus. "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10). Lalu, ".....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (26:39). Bukan kehendak kita, bukan kehendak orang tua, bukan kehendak anak, tapi yang terbaik adalah seperti yang Tuhan kehendaki.
Belajar dari hal ini, yang terbaik adalah orang tua dan anak duduk bersama-sama, saling terbuka dan mendengar pendapat masing-masing. Beri kesempatan masing-masing untuk mengutarakan pandangannya. Dan yang lebih penting lagi, berdoalah bersama. Biarlah Tuhan yang berbicara dan memberitahukan apa yang terbaik. Bersikap otoriter tidak akan pernah mendatangkan kebaikan. Di sisi lain, anak-anak hendaklah menghormati orang tuanya. "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." (Ulangan 5:16). Jangan terburu-buru membangkang. Dengarkanlah dan jangan sia-siakan suara mereka. "Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu" (Amsal 1:8). Generasi boleh berbeda, sifat dan gaya boleh berbeda, tapi dalam Tuhan kita semua satu dan tetap sama. Orang tua, jadilah busur yang kuat dan elastis agar anak-anak panah anda bisa mencapai sasaran yang tepat. Fleksibellah kepada anak-anak anda, dengarkan kebutuhan, keinginan, cita-cita dan impian mereka. Anak-anak, jadilah anak-anak panah yang stabil, jangan mengeraskan hati sehingga sulit diarahkan. Bersatulah dalam doa, dengarlah apa kata Tuhan, karena itulah yang terbaik. -cicely-
|
|
comments (0)
|
Bagaimana Menjadi Kuat dalam Tuhan
1. “Sukacita Tuhan adalah kekuatanmu” (Nehemia 8:10).
Tidakkah baik menjadi milik Allah yang menjadikan kegembiraan jalan menuju kekuatan? Setan adalah allah yang sangat muram. Tetapi Yesus berkata, “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga” (Lukas 6:23). Setan tidak tahan terhadap nyanyian pujian orang-orang kudus. (Mengetahui hal ini, dia membuat "komedi musik" pengganti yang bukan merupakan pujian hati orang-orang yang bahagia, melainkan gerutuan dan erangan dan jeritan orang-orang yang tidak memiliki damai sejahtera.) Saya telah melihat Setan kehilangan arah karena nyanyian pujian orang-orang Kristen yang berpengharapan. Dan saya tahu, bahwa dalam kehidupan saya sendiri, menemukan langkah untuk menyelesaikan perlombaan berarti menemukan kembali sukacita dari Tuhan, lagi dan lagi. Sukacita adalah kekuatan yang dahsyat.
2. “Kita bermegah akan pengharapan menerima kemuliaan Allah” (Roma 5:2).
Ada sukacita yang datang dari apa yang kita miliki sekarang—pengampunan atas dosa, persekutuan dengan Allah, kehidupan yang penuh tujuan, penyembahan, persekutuan, terbitnya matahari, tenggelamnya matahari, teman-teman dan keluarga yang berarti. Tetapi kenyataan yang sederhana dan menyakitkan adalah “manusia lahiriah kami semakin merosot” (2 Korintus 4:16); kami “ditindas dalam segala hal... habis akal... dianiaya... dihempaskan" (2 Korintus 4:8-9); dan kita yang memiliki roh “juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” (Roma 8:23). Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki sukacita yang tak tergoyahkan dalam hidup ini, sukacita itu haruslah berada “dalam pengharapan”. “Karena dalam pengharapan inilah kita diselamatkan. Saat ini, pengharapan yang dilihat bukan pengharapan lagi. Sebab, bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi, jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun”---dan dengan sukacita (Roma 8:24f). Karena itu ”Bersukacitalah dalam pengharapan!” (Roma 12:12).
3. “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; atau ratap tangis, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu... Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.” (Wahyu 21:4, 23).
Inilah pengharapan kita. Suatu hari, kemuliaan Allah akan tampil dalam penciptaan baru dan menghapus segala kejahatan, segala rasa sakit dan semua kesedihan dan semua ketakutan dan semua rasa bersalah. Semua ketaatan dan kesetiaan akan dipulihkan dan diberi upah. Segala penyangkalan diri dan penderitaan dalam iman akan diganti dan dibayar 100 kali lipat.
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Semua yang dimiliki Allah akan menjadi warisan bagi anak-anak-Nya, untuk menjadi kesenangan mereka yang abadi.
4. “Akupun tidak berhenti [mengucap syukur] supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus” (Efesus 1:16-18).
Tantangan terbesar bagi kita sekarang adalah untuk mengenal kemuliaan pengharapan kita. Untuk melihatnya dengan mata hati dan bukan hanya berpikir tentang hal itu dengan pemikiran kita saja. Ini adalah pertempuran spiritual yang dahsyat. Allah mengatakan bahwa "dengan melihat kita tidak akan melihat dan dengan mendengar kita tidak akan mendengar.” Marilah kita berdoa dengan segenap hati kita bahwa Allah yang berkata “Jadilah terang,” akan bersinar dalam hati kita “supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (2 Korintus 4:6) .-cicel-
|
|
comments (0)
|
KEHIDUPAN YANG MEMBAWA PENGARUH
Tuhan menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya. Pria dan wanita semuanya seperti anak-anak panah di tangan pahlawan yang siap diluncurkan. Ketika mereka mengalami pertumbuhan dan menjadi dewasa ada dalam tabung yaitu rumah tangga dan gereja, maka kehidupan orang-orang yang seperti ini akan menjadi dampak di mana saja Tuhan memebawa mereka. Tuhan akan membawa kita pada kemuliaan demi kemuliaan sehingga hidup kita tidak akan mempermalukan naman-Nya. Mereka akan menghancurkan kekuatan musuh baik itu dalam menghadapi sakit-penyakit, narkoba dan seks bebas serta kuasa-kuasa okultisme.
Anak panah yang tepat sasaran akan memberi pengaruh yang luar biasa, seorang pahlawan akan mengeluarkan anak panah dari tabungnya lalu menarik dan mengarahkan dan melepaskannya menuju sasaran. Ketika anak panah telah dilepaskan maka tidak bisa berubah arah lagi, jadi kalau kita ingin memiliki kehidupan yang memiliki sasaran maka harus mengerti rencana awal yang Tuhan tetapkan bagi kita. Pada mulanya Tuhan menempatkan Adam dan Hawa di sebuah area yaitu taman Eden, itulah surga mereka tetapi karena dosa sorga itu hilang dan Yesus datang untuk mengembalikan Eden dalam hidup manusia,dimana ketika kerajaanNya tinggal dalam kita, maka sorga akan semakin meluas diseluruh bumi, dan sampai akhirnya bumi ini dipenuhi kemuliaan Tuha, itulah hidup yang seperti anak panah yang tepat pada sasarannya.
Mengapa banyak dari kita hidupnya tidak tepat sasaran sehingga tidak memberikan pengaruh bagi lingkungan dimana kita ditempatkan Tuhan :
Ada empat hal atau Empat K, yang membuat sebuah anak panah tidak dapat mencapai sasarannya:
1. Kehidupan yang bermental keluar dari Kerajaan Allah, yang bisa disamakan anak panah yang bengkok: orang Kristen yang hidupnya duniawi adalah orang yang hidup bagi kepentinga diri sendiri dalam pekerjaan bahkan dalam pelayananpun bisa terjadi. Tetapi seorang yang bermental Kerajaan Allah adalah orang yang hidupnya 24 jam setiap hari ada dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga bisa membawa pengaruh bagi banyak orang. Ketika kita membawa kerajaan Allah maka orang yang miskin akan diperkaya, orang yang sakit akan disembuhkan dan orang yang lemah akan menjadi kuat segala yang tidak muingkin akan menjadi mungkin hanya karena kuasa Kristus yang tinggal didalam kita.
2. Kecenderungan hidup dalam zona kenyamanan atau seperti anak panah yang tidak balance. Zona nyaman akan menjadi hal yang berbahaya bagi kita karena kita tidak menjadi orang yang bisa mengerti kesulitan orang lain, sebab manusia yang telah jatuh dalam dosa akan membutuhkan Jehova Rapha(Allah sebagai penyembuh), Jehova Jireh (Allah yang mencukupkan kebutuhan kita) dan sebagainya. Tuhan akan berkarya melalui kehidupan kita yang bersedia dipakai sebagai saluran berkat Tuhan dan ketika kita melihat besarnya tantangan –tantangan dalam kehidupan ini maka itu akan menjadi sebuah kesempatan untuk menjadi balance, hidup bagi Tuhan dan bagi sesame.
3. Ketidakmauan kerja pintar atau seperti anak panah yang tidak tajam; orang yang haus dan lapar akan kebenaran maka hikmat dan pengetahuan Allah akan turun dalam hidupnya, sehingga dalam keadaan tersulit sekalipun kita tetap mampu mengatasinya sebab ada kepandaian Tuhan yang kita miliki. Ingatlah bahwa kita adalah satu-satunya mahluk buatan Tangan Tuhan yang sangat ajaib, sebab untuk menciptakan alam semesta Tuhan hanya berkata-kata saja, dan Tuhan yang ajaib itu mau tinggal dalam pribadi kita, Dia jauh lebih hebat dari manusia manapun yang kita kagumi didunia ini. Biarkan Tuhan mempertajam kehidupan kita hari lepas hari dan menaikan standard hidup kita untuk semakin tajam mencapai sasaran.
4. Kebosanan dalam menjalani hidup atau seperti anak panah yang patah; orang yang mengalami kebosanan adalah orang yang pengharapannya sudah kadaluarsa, sama seperti makanan jika kadaluarsa maka akan menjadi racun dalam tubuh kita, karena itu bangkitkan pengharapan saudara maka apa yang patah dalam hidup kita akan ditegakkan kembali dan seluruh hidup kita akan memberikan pengaruh untuk tujuan mengembangkan kasih Kristus, menjadi berkat seluas-luasnya bagi kehidupan banyak orang.
Yang kita butuhkan adalah berserah dalam tangan Yesus sebab hanya bersama Yesus kita akan mengalami pemulihan dalam segala sesuatu, bahkan Dia akan menjadikan kita anak-anak panah yang selalu tepat mencapai sasaran yang Dia kehendaki untuk memuliakan nama Sang Pahlawan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus, amin (LD).
|
|
comments (0)
|
Proclaim your Faith !
Taken from Matius 9:20-22 /Mark 5:25-34
Kisah perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Kisah yang menarik mengenai seorang wanita yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun. saya percaya wanita ini begitu menderita selama 12 tahun menghabiskan uang kesana kemari, (cross chck
Markus 5:26)
Saya percaya Orang yang dalam pergumulan sakit penyakit yang menahun, pasti mempunyai kerinduan agar dia bisa sembuh.dan dikisahkan ketika perempuan ini mendengar bahwa ada Yesus yang bisa menyembuhkan. Dia langsung berusaha untuk menemui Yesus (markus 5:27) walaupun dengan resiko dia berdesak desakan dengan orang banyak
saya mencatat ada 3 HAL penting tuk mengalami mujizat !
1)Miliki IMAN (have Faith) : miliki lah kepercayaan (percayalah) kepada Tuhan Yesus ! bahwa DIA Sanggup untuk menolong saudara dan pergumulan yang saudara hadapi ! Kalau dia mampu menolong perempuan yang selama 12 tahun menderita , Dia pasti juga sanggup untuk menolong kita semua !! Nyawa saja DIA Berikan untuk kita, apalagi hanya kesembuhan ? pertolongan ? pemulihan ? niscaya kan diberikan kepada kita yang sungguh sungguh percaya kepadaNya !
2) LANGKAH IMAN (Faith Response)! -> Lihat apa yang diperbuat perempuan itu ketika dia mendengar ttg Yesus Dia langsung berusaha untuk menemukan YESUS ! Siapa itu Yesus yang sering ia dengar banyak kabar tentang Dia yang banyak menyembuhkan orang orang sakit !
Perlu buat kita ,untuk meresponi apa yang sudah kita imani. ! Ketika saudara sudah percaya kepada Yesus ! berusahalah untuk melakukan apa yang dikehendaki Tuhan kepada kita !
mungkin itu bisa saja terjadi kepada kita, kita sering mendengar ada kabar kalau dokter sudah angkat tangan terhadap penyakit yang kita derita ! Manusia / saudara / keluarga yang terdekat dari kita sering juga angkat tangan terhadap masalah yang kita hadapi ! Tapi Dengar !! Kita masih memiliki Yesus !! Responi panggilannya ! Datanglah kepadanya ! milikilah Iman & Pengharapan kepadaNya !
3) PERKATAKAN IMAN (Proclaim your Faith) ketika kita sudah memiliki iman , kita responi iman kita untuk datang kepada Yesus , hal yang terakhir yang tidak kalah penting, saya mencatat adanya suatu tindakan iman ! sebab dikatakan di yakobus , iman tanpa perbuatan = sia sia !
maka seperti kisah pada alkitab ,
(mark 5: 28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”)
lihat ! “KATANYA” = BERKATA (kata kerja aktif)
jadi adalah penting ! dikatakan disini bahwa kita harus mulai memperkatakan iman kita kepada Tuhan ! sebagai suatu bentuk respons bahwa kita sungguh yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus akan menolong dan memberikan mujizat !
dan saya percaya pertolongan dari Tuhan pun tepat pada waktuNya !
saya juga mengutip dari Mat 17:20(KJV)
I say unto you, If ye have faith as a grain of mustard seed, ye shall say unto this mountain, Remove hence to yonder place; and it shall remove; and nothing shall be impossible unto you.
jadi kita tahu bahwa betapa pentingnya kita memperkatakan iman kita (say unto the mountains)
saya tidak tau gunung apa yang menghalangi saudara tapi 1 hal seperti apa yang diajarkan Yesus melalui firman yaitu katakan kepada gunung masalah saudara (sakit penyakit/kebangkrutan/keterpurukan/kegagalan/ketidak harmonisan dalam rumah tangga/ dll) …. percayalah dan katakan dengan iman saudara !! maka gunung itu pasti tercampak !! Haleluya !! Puji Kristus
Hasil akhirnya kita tahu, ketika perempuan itu, memiliki iman, melangkah dengan iman dan dia mulai berkata dengan iman percayanya
markus 5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Marilah melalui renungan firman Tuhan ini ! kita mulai belajar untuk memperkatakan iman kita ! tidak perlu iman yang besar ! hanya perlu iman sebesar biji sesawi ! dan mulailah kita memperkatakan iman kita (PROCLAIM OUR FAITH) !! just believe and Miracles shall be part of your life !!
Haleluya !!
|
|
comments (0)
|
Percayalah, Tuhan Menjagamu
"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (Markus 4: 40)
Ayat bacaan di atas menceritakan ketakutan yang dirasakan murid-murid Yesus ketika menghadapi amukan angin topan yang dahsyat sampai sampai ombak menyembur ke dalam perahu. Hal ini membuat mereka panik dan lupa bahwa saat itu Tuhan Yesus "sedang bersama-sama" dengan mereka di dalam perahu. Sebenarnya selama mengikuti Yesus, mereka telah menyaksikan Dia melakukan berbagai mujizat, seperti menyembuhkan berbagai penyakit dan bahkan membangkitkan anak laki-laki seorang janda di Nain dari kematian (Lukas 7:14). Perasaan takut yang begitu besar membuat mereka panik dan tidak bisa berpikir jernih, bahwa di tengah-tengah mereka ada Tuhan yang mampu memberikan pertolongan setiap saat.
Kita juga sering mengalami suasana seperti yang dialami murid-murid Yesus di atas. Dalam perjalanan hidup kita, seringkali bahaya datang mengancam, menghadapi berbagai bencana, masalah, kesulitan dan problema hidup yang bertubi-tubi. Terkadang kita merasa seorang diri dan tidak ada yang mau menolong. Hal inilah yang dihadapi para murid Yesus di atas. Mereka menjadi takut dan tawar hati, namun keberadaan Yesus di sana telah membawa jaminan keselamatan, sehingga mereka mengalami pertolongan atas bahaya yang menimpa mereka.
Dalam kehidupan saat ini, kita tidak lagi melihat Tuhan Yesus secara fisik seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus jaman dahulu kala, namun hal ini tidak berarti Tuhan tidak berada di dekat kita dan melindungi kita. Walau secara fisik kita tidak dapat melihat Allah, namun iman kitalah yang menyatakan bahwa Allah selalu ada di dekat kita, mendampingi, menuntun, melindungi, menjaga dan siap memberikan pertolongan saat kita sedang dalam bahaya. Jangan pernah takut dan panik ketika menghadapi angin badai dan topan dalam hidup kita. Seandainya saat ini kita sedang mengalami cobaan yang sangat berat sekalipun, percayalah, kita tidak pernah ditinggal sendirian. Lengan Tuhan yang kuat akan menopang dan menolong kita dari berbagai bahaya yang menghadang. Percayalah kepada Allah dan kepada kekuatan tangan-Nya, maka di saat kita tak mampu menanggung berbagai perkara, Ia akan menolong dan menopang kita. Satu hal yang perlu kita lakukan adalah: Percaya... [hrs]
|
|
comments (0)
|
Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari. Pascal pernah mengutarakan kalimat-kalimat bijak, yang kira-kira bunyinya seperti ini:
“Pikiran positif datang dari kepercayaan, pikiran negatif datang dari keragu-raguan; rasa takut yang benar adalah rasa takut yang digabungkan dengan harapan, karena itu lahir dari kepercayaan, serta kita berharap pada Tuhan yang kita yakini; sementara rasa takut yang salah digabungkan dengan keputusasaan, karena kita takut pada Tuhan; beberapa orang takut kehilangan-Nya, sementara yang lain takut mencarinya.” Jadi, kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus percaya pada kemampuan kita.
Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa membuat kita kuat dan terus bersikap positif. Kita juga seharusnya tak pantas untuk menjadikan ‘membuat alasan’ sebagai kebiasaan kita. Sikap seperti ini tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Sikap seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan membahayakan diri kita sendiri. Orang-orang yang terus menerus dikelilingi oleh ketakutan tak tahu betapa banyaknya pikiran-pikiran negatif yang mempengaruhi mereka tiap harinya. Mereka membatasi diri mereka sendiri dengan sugesti bahwa keterbatasan mereka menghalangi mereka untuk sukses, dan mereka juga percaya bahwa diri mereka tidak berharga. Mereka tidak berpikir bagaimana caranya agar sukses, tapi mereka justru berpikir bagaimana mereka bisa gagal.
Pernahkan Anda mendengar tentang Washington Irving? Irving adalah seorang sastrawan Amerika yang terkenal dengan karyanya yang berjudul “The Legend of Sleepy Hollow”. Suatu ketika, Washington Irving pernah diminta untuk memimpin suatu cara makan malam untuk kedatangan Charles Dickens, namun dia merasa bimbang dan yakin bahwa dirinya tak akan berhasil. Irving ditunjuk sebagai seorang pemimpin perjamuan, dan akhirnya dia menerima tugas tersebut. Tapi, Irving terus menerus mengatakan bahwa dia takut jika dia akan gagal. Saat malam perjamuan tiba, Irving membuat pembukaan yang bagus, tapi tiba-tiba dia berhenti dan menutup pembicaraannya. Ketika dia duduk, dia berbisik pada teman di sebelahnya, “Sudah saya bilang, saya pasti gagal..
dan itu baru saja terjadi!”
Cara berpikir Irving tersebut adalah alasan mengapa ia gagal. Seandainya ia berpikir bahwa dia pasti bisa, bukan pasti gagal, maka saya yakin kejadiannya tidak akan seperti itu. Dalam membangun kebiasaan berpikir positif — dengan hanya melihat yang terbaik dalam diri Anda dan orang lain, percaya bahwa Anda mampu melakukan hal-hal besar — perlu ditekankan bahwa pikiran kita memang suatu hal yang akan menentukan keberhasilan kita. Apa yang Anda lakukan kemarin menentukan diri Anda hari ini, dan apa yang Anda lakukan hari ini akan menentukan jadi apa Anda besok…
Coba tanyakan pertanyaan berikut:
Apakah Anda mendapat manfaat dari berpikir negative ?
Apakah Anda ingin memikirkan sesuatu yang akan menghambat diri Anda untuk melakukan hal-hal hebat ?
Apakah Anda menginginkan pikiran negatif yang pasti akan membawa ketidakpuasan, kesedihan, dan kegagalan?
Jika Anda seperti saya, pasti jawaban Anda untuk semua pertanyaan tersebut adalah ‘tidak’. Namun jika Anda tidak waspada, pikiran semacam itu akan menyelundup masuk ke dalam kepala Anda. Cara yang terbaik untuk mencegahnya adalah dengan terus mengisi pikiran Anda dengan pikiran positif, dengan berpikir bahwa Anda adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang hebat, yang punya kemungkinan tak terbatas, yang terus tumbuh baik secara mental maupun spiritual, serta terus berjalan menuju keberhasilan. Memang sulit untuk terus berpikir positif ketika keadaan kita berlawanan dengan mimpi-mimpi kita. Namun, ketika kita membiasakan diri untuk terus berpikir positif, maka kebiasaan tersebut akan menjadi suatu daya tarik bagi kita. Pikiran baik kita lama kelamaan akan menjadi pikiran besar, sehingga kita akan bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya mustahil.
Dalam buku digitalnya yang berjudul ”Guaranteed Success Thinking”, Jim Ewards mencontohkan bahwa kebiasaan berpikir kita bisa diibaratkan dengan bagaimana kita merawat sebuah taman. Benih tanaman adalah pikiran kita, dan bagaimana tukang kebun bekerja diibaratkan sebagai tindakan kita. Kita, sebagai tukang kebun, harus selalu merawat benih yang ditanam dengan baik. Kita harus membersihkan taman dari kotoran, dan menyingkirkan rerumputan liar yang tumbuh. Kasus ini sama seperti pikiran, yaitu kita harus menyingkirkan hal-hal negatif yang ada dalam kepala kita. Jika kita bisa terus menjaganya, maka suatu saat nanti kita pasti akan mendapat hasil yang kita inginkan, yaitu bunga atau buah yang manis hasil dari kerja keras kita.
Oleh karena itu, Anda tak boleh meremehkan pikiran yang ada dalam kepala Anda sejak Anda bangun tidur. Pikiran positif ketika Anda mengawali hari akan dapat mengubah rasa takut menjadi keberanian. Pikiran tersebut dapat menggerakkan Anda untuk berbuat hal-hal besar. Berpikir positif sangatlah penting diterapkan dalam hidup, karena pikiran tersebut dapat mempengaruhi Anda untuk melakukan hal-hal yang tepat. Ada banyak orang yang salah mengambil profesi atau bisnis karena mereka tidak berpikir dengan matang dan positif. Mereka tidak bisa membuat pilihan yang tepat bagi hidup mereka.
Sidney Smith pernah berkata:
“Jika kita mengibaratkan profesi dalam hidup sebagai lubang di sebuah meja, ada yang bundar, kotak, dan bujur sangkar; dan manusia sebagai potongan kayu yang bentuknya sesuai lubang tersebut, maka pada umumnya kita menemukan bahwa orang-orang yang berbentuk segitiga masuk ke dalam lubang yang kotak, yang bujur sangkar masuk ke lubang segitiga, sementara yang kotak memaksa diri untuk masuk ke lubang yang bundar.”
Kalimat Inspiratif
Untuk bisa terus berpikir positif, Anda bisa mencermati kutipan-kutipan atau kalimat-kalimat bijak dan inspiratif dari orang-orang ternama untuk menyegarkan pikiran Anda. Anda bisa melihatnya di situs-situs semacam www.wikiquote.org.
Contohnya:
“Mereka bisa menaklukkan apapun yang mereka percaya bisa taklukkan.” –John Dryden
“Pengetahuan menjadi pengetahuan sejati bila diperoleh dengan usaha pemikiran, bukan ingatan. ” — Leo Tolstoy
“Mereka yang tak tahu bagaimana melawan kekhawatiran akan mati muda. “ — Alexis arrel
” Jika Saya memberi Anda satu sen, maka Anda akan menjadi lebih kaya satu sen, dan saya akan lebih miskin satu sen. Tapi jika saya memberi Anda sebuah ide, Anda akan punya ide baru, tapi saya juga masih memilikinya. “ — Albert Einstein
” Orang yang bijaksana berbicara karena ada sesuatu yang harus ia katakan, orang tolol berbicara karena ia harus mengatakan sesuatu. ” – Plato
“Harapan melihat yang tak terlihat mata, merasakan yang tak bisa diraba, dan meraih hal yang tidak mungkin. ” -– Charles Caleb Colton
Kalimat-kalimat tersebut akan memberi Anda energi untuk melakukan hal-hal besar. Pikiran Anda yang telah terisi dengan hal-hal positif semacam itu juga akan bisa membangun karakter sekaligus mengubah nasib Anda. Mengetahui bahwa pikiran kita punya andil besar dalam hidup kita, maka sudah seharusnya kita tidak menyia-nyiakannya.
Fokus Pada Kelebihan
Orang yang berpikir positif akan mempunyai alasan untuk merasa bangga pada diri mereka sendiri, dan mereka akan bisa menjalani hidup dengan lebih bersemangat. Tak ada kekurangan, keterbatasan, kebimbangan, atau rasa takut; karena mereka menjadikannya sebagai kekuatan. Mereka telah terbiasa untuk bersikap selektif dalam berpikir, yaitu menerima pikiran positif dan membuang pikiran negatif. Seperti yang telah saya utarakan tadi, pikiran positif juga dapat membangun karakter. Sebaliknya, pikiran yang negatif akan membawa kehancuran; yang tidak menghasilkan apapun kecuali rasa takut, keputusasaan, dan kegagalan yang sangat menyakitkan. Jika Anda berpikir positif, maka Anda adalah orang optimis yang tidak akan fokus pada keburukan diri sendiri atau pun orang lain.
Bagaimana seseorang bisa menghilangkan pikiran negative dalam hidupnya? Melakukan afirmasi seperti “Saya tidak takut,” “Saya bukan orang lemah,” atau “Saya bukan orang gagal.” saja tidak cukup. Mengapa? Karena fokus pada hal positif akan lebih konstruktif. Maka, Anda perlu menghindari penggunaan kata-kata negatif seperti “takut”, “lemah”, dan “gagal”. Katakan saja “Saya percaya diri,” “Saya kuat,” “Saya sukses,” dan seterusnya.Lakukan afirmasi seperti ini dengan penuh semangat dan keyakinan.
Namun Anda harus ingat, bahwa afirmasi harus diikuti dengan perbuatan nyata. Seseorang bisa saja terus duduk di belakang meja dan terus menekankan bahwa dia adalah orang sukses, tapi jika dia tak melakukan apa-apa, pada akhirnya sukses tak akan dapat diraih. Ketika Anda berkata “saya berani,” maka Anda harus mendemonstrasikannya dalam kehidupan nyata. Meyakini dan mempercayai apa yang Anda afirmasikan itu tidaklah cukup, melainkan Anda juga harus mempraktikkannya. Cara lain adalah dengan memfokuskan diri pada potensi Anda. Mulailah dengan membuat penilaian yang jujur tentang kemampuan diri Anda sendiri. Namun, Anda harus fokus pada hal-hal yang bisa Anda lakukan. Jangan fokus pada hal negatif, yaitu kelemahan Anda. Sekali lagi, fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan, fokuslah pada potensi Anda. Saya tidak bermaksud agar Anda mengabaikan kelemahan Anda.
Saya beri contoh; Misalnya saja Anda ingin sekali menjadi pemain basket, tapi Anda terlalu pendek. Jika Anda fokus pada kelemahan Anda, yaitu terlalu pendek, maka Anda tidak akan mencoba bermain basket. Tapi jika Anda fokus pada kemampuan Anda, maka Anda akan berusaha. Misalnya saja, Anda bisa fokus pada kemampuan Anda yang bisa berlari dengan cepat, atau stamina Anda bagus.
Jadi, bisakah Anda melihat perbedaannya?
Jika Anda hanya memikirkan kelemahan, berarti Anda membiarkan kelemahan tersebut menentukan hasil yang akan Anda dapatkan. Sebaliknya, jika Anda memikirkan kekuatan atau kelebihan, maka diri Anda sendiri lah yang menentukan hasil yang akan Anda dapatkan. Akhir kata, teruslah berpikir positif, karena “keberanian sejati timbul dari kesabaran yang terus-menerus”. Marilah kita mengarahkan pikiran kita pada hal-hal besar dan inspiratif. Mari kita mencari inspirasi, sehingga pikiran besar dari orang lain bisa menjadi milik kita, sehingga kita bisa hidup dengan potensi kita yang sebesar-besarnya.